đŻ Nama Yahweh Yang Mulai Terungkap
Akudibesarkan dalam keluarga Katolik. Ketika aku masih kecil, aku menjalani kehidupan iman yang taat bersama dengan orang tuaku, menikmati kasih karunia Tuhan yang melimpah dan secara aktif mengambil bagian dalam pertemuan gereja. Saat itu, pastor sering berkata, "Tuhan akan datang kembali di akhir zaman, jadi kita harus menunggu. Kita tidak boleh meninggalkan Tuhan, karena
EllenKristi, dalam bukunya yang berjudul "BUKAN ALLAH, TAPI TUHAN" (Borobudur Indonesia Publishing: 2008), mengajak kaum Kristen untuk secara tegas menyebut nama Tuhan mereka dengan "Yahweh", bukan menerjemahkan nama Tuhan "YHWH" dengan "TUHAN" seperti yang dilakukan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) selama ini.
Diantara nama Mesir yang paling umum idalah: Kmt (Kel 19:16, 18, 20). Yahweh menampakkan diriNya kepada Musa di puncak gunung ini dan memberikan Kesepuluh Hukum serta hukum-hukum lainnya. Perjanjian yang diadakan Allah di situ dengan umat-Nya sangat penting dalam mengikat suku-suku itu menjadi satu, dan menempa mereka menjadi satu umat
Baptisandalam nama Yesus Kristus, yang meliputi Trinitas, Selamat berjuang para pahlawan Yahweh. Weshalom Cohen JPI Arsip Blog 2013 (1) 2011 (4) 2010 (32) Kansas, dan sejak itu beroperasi dari gereja, ia yang sebelumnya mulai ada. The 1930 biography on Parham shows that, even after the 1907 allegations, Parham's national evangelistic
Yahweh dewa bangsa Israel, yang namanya dinyatakan kepada Musa sebagai empat konsonan Ibrani (YHWH) disebut tetragrammaton.. Kuis Timur Tengah: Fakta atau Fiksi? Kota Abadan rusak parah dalam Perang Iran-Irak. Setelah Pengungsian Babel (abad ke-6 sM), dan khususnya sejak abad ke-3 sM, orang-orang Yahudi tidak lagi menggunakan nama Yahweh karena dua alasan.
a Firman yang Diucapkan Tuhan Ayub 1:8 Lalu Yahweh berkata kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub, tidak ada seorang pun seperti dia di bumi, yang demikian tak bercela dan jujur, yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan?" Ayub 1:12 Dan Yahweh berkata kepada Iblis: "Lihat, segala yang dipunyainya ada di tanganmu, hanya jangan ulurkan
Portal Berita Aceh. CHAPNEWS.ID Capabilty, Humanity, Akuntabel, dan Profesional
Perludirenungkan roh apa yang berada di dalam diri para pemuja nama Yahweh yang anti 109 Manna Rafflesia, 3/1 (April 2019) ISSN 2356-4547 nama Allah itu, mengingat bahwa di satu sisi mereka sangat menekankan kekudusan nama Yahweh namun di sisi lain mereka begitu saja membajak karya terjemahan LAI (yang dikritiknya) dan memaksa mengganti nama
PEMUJANAMA YAHWEH di INDONESIA. Oleh : Efraim Matandatu S.Th Profil : Pengaruh sekte Hebraic Roots Movement Yahudi yang dialami beberapa orang yang berziarah ke Israel dan Sacred Name Movement dari Amerika Serikat, mempengaruhi beberapa kalangan kristen di Indonesia sejak dua dasawarsa yang lalu. Sekalipun mirip dengan gerakan itu di mancanegara, di Indonesia ada ciri khas yang ditunjukkan
WMQQcxY.
Asal Mula Nama Yahweh yang Mulai Terungkap Oleh ARCHA Aktifis Al-Qurâan bercerita tentang pertemuan nabi Musa dengan Tuhan, ketika beliau keluar dari negeri Madyan untuk kembali ke Mesir. Di perjalanan, Tuhan memperkenalkan diri-Nya kepada Musa. Al-Qurâan memuat kisah ini dalam 2 rangkaian ayat yaitu pada [QS 2829-30] dan [QS 20 9-14] [2829] Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berangkat dengan keluarganya, dilihatnyalah api di lereng gunung ia berkata kepada keluarganya âTunggulah di sini, sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari tempat api itu atau membawa sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badanâ.[2830] Maka tatkala Musa sampai ke tempat api itu, diserulah dia dari arah pinggir lembah yang sebelah kanannya pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu âYa Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam innii anaa allaahu rabbu alâaalamiina[209] Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa? [2010] Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya âTinggallah kamu di sini, sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api ituâ. [2011] Maka ketika ia datang ke tempat api itu ia dipanggil âHai Musa. [2012] Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada dilembah yang suci, Thuwa. [2013] Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan kepadamu. [2014] Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan yang hak selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku innanii anaa allaahu laa ilaaha illaa anaa fauâbudnii wa-aqimi alshshalaata lidzikrii. Secara jelas Al-Qurâan menginformasikan bahwa Tuhan memperkenalkan diri-Nya dengan nama Allahâ yang tiada ilahâ selain diri-Nya. Informasi ini menunjukkan bahwa nama tersebut merupakan proper name dari Tuhan, bukan suatu istilah atau nama jabatan. Kita menemukan catatan alkitab terhadap peristiwa yang sama pada kitab Keluaran 32-14, dengan gaya bahasa yang sangat manusiawiâ dan sedikit agak complicatedâ Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. Musa berkata âBaiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?â . Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya âMusa, Musa!â dan ia menjawab âYa, Allah.â Lalu Ia berfirman âJanganlah datang dekat-dekat tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.â Lagi Ia berfirman âAkulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.â Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. Dan TUHAN berfirman âAku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.â Tetapi Musa berkata kepada Allah âSiapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?â Lalu firman-Nya âBukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.â Lalu Musa berkata kepada Allah âTetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku bagaimana tentang nama-Nya? âapakah yang harus kujawab kepada mereka?â Firman Allah kepada Musa âAKU ADALAH AKU.â Lagi firman-Nya âBeginilah kaukatakan kepada orang Israel itu AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.â Dalam rangkaian cerita ini terlihat pemakaian istilah untuk Tuhan dengan bermacam-macam sebutan Malaikat TUHAN, Allah dan TUHAN. Dalam terminologi Kristen, kata Allah adalah nama jabatan, sedangkan kata TUHAN merupakan terjemahan dari nama diri YHWH sebagian Kristen melafadzkannya dengan Yahweh, sebagian lain Yehova atau Jehova. Tidak jelas apakah ketika Tuhan akan bertemu dengan Musa, malaikatnya mempersiapkan jalanâ terlebih dahulu, lalu baru Tuhan muncul dan menyapa Musa, dan agak aneh juga ketika Musa menjawab ya Allahâ, maksudnya tentunya ya Tuhanâ untuk menunjukkan bahwa Musa sudah mengerti yang menyapanya adalah Tuhan, dan dialog nggak nyambungâ kembali terjadi ketika Tuhan melanjutkan dengan Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakubâ, tentunya ini diartikan Akulah Tuhan dari nenek-moyangmu sebelumnyaâ. Lagi-lagi dialog ini terlihat tidak nyambung karena dari jawabannya, Musa sudah mengetahui bahwa yang menyapanya adalah Tuhan, artinya Musa tentu memahami kalau Tuhan tersebut juga merupakan Tuhan dari nenek-moyangnya, kecuali kalau Musa memang belum mengerti. Setelah Tuhan menjelaskan siapa diri-Nya dan melanjutkan adanya perintah agar Musa untuk menyelamatkan kaumnya dari siksaan Firâaun di Mesir, Musa terkesan ragu dan keraguannya tersebut bukan terkait dengan Firâaun yang akan dihadapi, tapi justru ditujukan kepada kaumnya sendiri, Musa mengatakan apabila aku mendapatkan orang Israelâ menunjukkan prediksi dia bahwa amanat yang akan dia lakukan akan mendapat tantangan dari kaum Israel sendiri, dan tantangan tersebut terkait dengan siapa yang menyuruh Musaâ. Kembali dialog terlihat aneh karena Tuhan sudah menyatakan bahwa Dia adalah Tuhannya nenek-moyang Musa sekaligus merupakan Tuhan dari kaum Israel yang akan diselamatkan, lalu mengapa Musa masih meragukan sikap dari kaumnya sendiri..??. Sebagian tafsir Kristen mengungkapkan perkataan Musa selanjutnya soal pertanyaan tentang nama Tuhan âmah shemo?â [siapakah nama-Nya]. Dalam tata bahasa Ibrani, untuk menanyakan sesuatu atau seseorang, biasanya digunakan bentuk tanya âmi?â Namun penggunaan kata âmaâ , bukan hanya bermaksud menanyakan nama secara literal namun hakikat atau pribadi dibalik nama itu. Lalu Tuhan menjawab Aku adalah Akuâ dan Akulah Aku yang mengutus kamuâ. Lebih lanjut penafsiran dari link tersebut âEhyeh Asyer Ehyehâ yang artinya âAKU ADA YANG AKU ADAâ. Lembaga Alkitab Indonesia menerjemahkan, âAKU ADALAH AKUâ. Terjemahan ini tidak tepat. Jika âAKU ADALAH AKUâ, seharusnya teks Ibrani tertulis âAnokhi hayah Anokhiâ. Kata âEHYEHâ, merupakan bentuk kata kerja imperfek [menyatakan sesuatu yang sedang berlangsung atau belum selesai] dari akar kata âHAYAHâ. G. Johanes Boterweck dan Helmer Ringren dalam Theological Dictionary of The Old Testament menjelaskan, bahwa kata âHayahâ digunakan dalam Perjanjian Lama dan diterjemahkan dengan opsi sbb {1} âExist, be Presentâ [Ada, Hadir] {2}âCome into Beingâ [menjadi] {3} Auxilaries Verb [kata kerja bantu][f2]. DR. Harun Hadiwyono dalam bukunya Iman Kristen, menyatakan bahwa kata âEhyehâ bermakna âAku Beradaâ . Namun saya lebih cenderung menerjemahkannya menjadi âAKU [AKAN] ADAâ. Penafsiran tersebut menunjukkan bahwa Tuhan tidak menyatakan nama diri-Nya, hal ini berbeda dengan informasi Al-Qurâan yang menyatakannya dengan jelas bahwa Tuhan yang dimaksud adalah Allah. Penyebutan nama Tuhan berdasarkan Al-Qurâan tersebut juga bukan berasal dari pertanyaan Musa yang ragu akan sikap kaumnya, tapi merupakan inisiatifâ Tuhan sendiri. Al-Qurâan mencatat kekhawatiran Musa tertuju kepada Firâaun, bukan kepada sikap kaumnya [2045] Berkatalah mereka berdua âYa Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batasâ. [2046] Allah berfirman âJanganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihatâ. Alkitab melanjutkan cerita bahwa pengenalan nama Tuhan dilakukan setelah Musa dan Harun menghadap Firâaun dan meminta agar dia membebaskan kaum Israel dari penindasan, lalu Firâaun bereaksi mempersulit pekerjaan kaum Israel Keluaran 56-19 sehingga membuat Bani Israel berbalik menyalahkan Musa Keluaran 520-21 lalu akibatnya Musa memprotesâ Tuhan Keluaran 5 22-23. Setelah itu Tuhan menjanjikan bahwa Dia akan menaklukkan Firâaun Keluaran 61 lalu dilanjutkan dengan proklamasiâ nama Tuhan secara berulang-ulang Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa âAkulah TUHAN. Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri. Bukan saja Aku telah mengadakan perjanjian-Ku dengan mereka untuk memberikan kepada mereka tanah Kanaan, tempat mereka tinggal sebagai orang asing, tetapi Aku sudah mendengar juga erang orang Israel yang telah diperbudak oleh orang Mesir, dan Aku ingat kepada perjanjian-Ku. Sebab itu katakanlah kepada orang Israel Akulah TUHAN, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat. Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir. Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah TUHAN.â Kata TUHAN merupakan terjemahan dari YHWH, suatu nama yang dianggap merupakan nama diri Tuhan dalam kekristenan. Kisah ini menjelaskan bahwa jawaban Tuhan sebelumnya atas keraguan Musa terhadap umatnya tidak bekerja dengan efektif, pernyataan Aku adalah Akuâ tidak bisa meyakinkan orang-orang Israel begitu mereka mendapat tekanan dari Firâaun sehingga Tuhan kembali menjelaskan siap diri-Nya dengan menyatakan nama dirinya YHWH, lalu dilanjutkan dengan janji-janji bahwa kaum Israel yang mau mengikuti Musa akan dibebaskan dari perbudakan dan diberikan negeri yang dijanjikan kepada nenek-moyang mereka. Ada satu pernyataan yang menarik disini, ketika Tuhan menegaskan bahwa nama YHWH tersebut belum dinyatakan kepada Abraham, Ishak dan Yakub sekalipun Tuhan telah membuat perjanjian dengan mereka. Lalu dengan memakai nama apa Tuhan membuat perjanjian..?? Katakanlah ada 2 pihak membuat perjanjian, seharusnya masing-masing pihak mencantumkan nama jelas yang menunjukkan identitasnya, lalu keduanya membubuhkan tanda-tangan diatas materai sebagai suatu ikatan yang mengikat bagi masing-masing. Sangat aneh kalau ada salah satu pihak tidak mencantumkan nama jelasnya, itu bukanlah suatu perjanjian. Dan lebih hebatnya lagi, kaum Israel tetap tidak mempercayai nama yang disampaikan Musa Keluaran 69 Alkitab memuat informasi simpang-siur tentang kapan nama YHWH pertama kali diperkenalkan, saya sudah menulisnya disini Persoalan ini memunculkan banyak teori dari kalangan Kristen sendiri, dan tidak ada satu pihakpun yang bisa memastikan mana dari pendapat mereka yang benar. Teori pertama, dikemukakan oleh John Menurutnya, para Patriakh atau leluhur Israel, belum mengenal nama Yahweh. Mereka hanya mengenal nama El Shaday. Nama Yahweh baru diungkapkan melalui Musa. Nama Yahweh diambil dari suku Keni dan Midian yang sudah tinggal lama di Horeb. Kemudian nama Yahweh diadopsi menjadi nama bagi Tuhan Israel. Teori kedua, dikemukakan oleh Thomas Scott dan Robert Jamieson. Menurutnya, ungkapan dalam Keluaran 63, bukan suatu pernyataan melainkan suatu bentuk pertanyaan, sehingga menghasilkan bentuk kalimat, âNamun dengan Nama-Ku Yahweh, belumkah/tidakkah Aku memperkenalkan diri pada mereka?â. Teori ketiga dari Henry Cowles. Dia menjelaskan bahwa Keluaran 63 merupakan kehadiran pewahyuan secara khusus mengenai nama Yahweh, namun bukan berarti untuk pertama kalinya nama Yahweh itu didengar oleh para leluhur Israel. Si penulis lalu menyatakan keberpihakannya kepada teori ketiga dengan menyatakan Beberapa kesimpulan penting yang dapat kita peroleh dari kajian singkat ini adalah Pertama, nama Yahweh sudah dikenal sejak zaman Adam [Kej 27], Enos [Kej 426] dan leluhur Israel Namun pada zaman Abraham, Yitshaq dan Yakob, sebutan El Shadai lebih populer dan familiar untuk menyebut nama Yahweh. Kedua, nama Yahweh disingkapkan secara definit dan ekslusif pada Musa demi tugas perutusannya. Nama Yahweh dihubungkan sebagai nama yang membebaskan Israel dari perbudakan Mesir, nama yang dihubungkan sebagai pemberi Torah bagi Israel. Ketiga, makna kata âtidakâ atau âbelumâ dalam Keluaran 62, bukan bermakna bahwa nama Yahweh sama sekali tidak dikenal. Merujuk pada pengalaman Hagar, yang menamakan Yahweh yang memberi air di padang gurun, sebagai El Roi, maka nama Yahweh sesungguhnya telah dikenal namun lebih familiar dengan sebutan-sebutan pengganti, untuk mensifatkan karakter dan karya-Nya. Dalam diskusi dengan penulis yang bersangkutan, saya menerima jawaban mengapa sampai nama YHWH tersebut tidak familiar dan populer pada jalan manusia sebelum Musa, jawabannya adalah âKarena manusia semakin jauh terpisah dari Tuhan Kej 324 maka bukan hanya mengakibatkan disorientasi hubungan personal dengannya melainkan pengetahuan mengenai nama pribadinyaâ. Ini jelas merupakan alasan yang kembali menimbulkan tanda-tanya 1. Karena Kejadian 324 menceritakan Adam dan Hawa, kalau alasan tersebut yang dipakai maka seharusnya pihak yang lupaâ dengan nama Tuhannya adalah Adam dan Hawa, namun pada Kejadian 41 justru Hawa-lah yang dinyatakan menyebut nama tersebut. 2. Kalau terkait dengan soal popularitas maka tentunya harus dijelaskan berapa banyak manusia sebelum jaman Musa yang bertindak jauh dari Tuhan dan berapa banyak yang merupakan hamba-Nya yang taat. Hal ini tidak bisa digeneralisir karena toh nama YHWH dikatakan sudah dikenal. Jelas alasan yang dikemukakan sangat lemah, dan teori-teori yang muncul disekitar simpang-siur informasi kapan nama YHWH tersebut pertama kali diperkenalkan tetap menjadi tanda-tanya⌠Asal-mula nama YHWH dan temuan Arkeologi Dari persepektif Islam, akan muncul pertanyaan â Kalau Al-Qurâan menyatakan nama tersebut adalah Allahâ sedangkan alkitab menjelaskan nama YHWH, lalu darimana asalnya nama YHWH tersebut..??â. Indikasi tentang asal-mula nama ini bisa kita dapatkan pada temuan arkeologi berupa prasasti yang dibuat dijaman Firâaun Amenhotep III Prasasti Amenhotep III Diperkirakan prasasti tersebut dibuat tahun 1400 BC pada pemerintahan Firâaun Amenhotep III. Firâaun ini termasuk salah seorang raja Mesir dari generasi ke-18, yaitu suatu generasi raja-raja Mesir yang berhasil melakukan perluasan wilayah kekuasaan menyebar sampai ke wilayah Syria dan Palestina sehingga terbuka kemungkinan untuk berinteraksi dengan suku-suku nomaden yang mendiami wilayah tersebut. Orang Mesir menjuluki suku-suku nomaden tersebut dengan Shahuâ. Al-Qurâan dan alkitab mengindikasikan bahwa Shahu ini merupakan kelompok-kelompok penyembah berhala [QS 7138] dan Keluaran 2323-24. Prasasti tersebut mengidentifikasi salah satu Shahu yang berada diwilayah Palestina dengan sebutan the land of the Shasu of Yahwehâ. Terdapat beberapa analisa dari para arkeolog soal nama ini Now let us draw some conclusions regarding the Land of the Shasu of Yahweh. Since no geographical term that is anything like Yahweh has been identified, this suggests that the hieroglyphic phrase t3 sh3sw ya-h-wa should be translated as âthe land of the nomads who worship the God Yahwehâ rather than as âthe land of the nomads who live in the area of Yahweh.â In addition, the fact that no geographical term anything like Yahweh has been identified also strengthens the likelihood that the words ya-h-wa in the Soleb and Amarah texts are indeed early mentions of the God of Israel. Sekarang mari kita menarik beberapa kesimpulan tentang Tanah Shasu Yahweh. Karena tidak ada istilah geografis yang sesuatu seperti Yahweh telah diidentifikasi, hal ini menunjukkan bahwa frase sh3sw hiroglif ya t3-h-wa harus diterjemahkan sebagai âtanah suku nomaden yang menyembah TUHAN,â daripada sebagai âtanah suku nomaden yang tinggal di daerah Yahweh. âSelain itu, fakta bahwa tidak adanya istilah geografis yang mengidentifikasikan Yahweh juga memperkuat kemungkinan bahwa kata-kata ya-h-wa dalam teks Soleb dan Amarah memang awal menyebutkan dari Allah Israel. Para ahli tersebut berusaha untuk memunculkan istilah Yahwehâ tersebut bukan merujuk kepada nama suatu tempat, tapi merupakan nama sesembahan dari suku nomaden tersebut. Amnehotep III berkuasa tahun 1390 â 1352 BC, jauh sebelum masa pemerintahan Ramses II dan Meneptah, berkuasa tahun 1279 â 1203 BC, yang merupakan Firâaun yang diindikasikan sebagai masa hidupnya nabi Musa dan peristiwa eksodus sesuai informasi alkitab. Penyebutan nama tersebut memunculkan beberapa pertanyaan terkait dengan beberapa hipotesa tentang nama Yahweh dalam Perjanjian Lama 1. Berdasarkan alkitab, nama Yahweh belum diperkenalkan sebelum peristiwa eksodus, lalu darimana suku nomaden penyembah berhala yang hidup di Palestina mengenal nama tersebut..?? 2. Kalau dipakai hipotesa yang lain yang menyatakan bahwa nama tersebut sudah diperkenalkan namun tidak populer karena manusia yang hidup telah terpisah dari Tuhan , lalu mengapa justru nama Yahweh lebih populer dikenal dari suatu suku nomaden penyembah berhala dan bukan didapatkan dari orang-orang Israel yang hidup ditengah-tengah bangsa Mesir sebagai budak..?? Fakta-fakta tersebut memunculkan suatu kemungkinan bahwa nama Yahweh sebenarnya berasal dari nama berhala yang disembah oleh suatu Shasu diwilayah Palestina, lalu orang-orang Israel yang diselamatkan Musa menyeberang ke wilayah tersebut mengadopsi nama itu menjadi nama Tuhan. Apakah ini mungkin terjadi..?? Kedegilan Bangsa Israel Kita harus terlebih dahulu mengungkapkan bagaimana sebenarnya perilaku kaum Israel pengikut nabi Musa ini. Alkitab menceritakan bahwa karakter mereka yang suka membangkang dan tidak tahu berterima-kasih, termasuk kecenderungan untuk menciptakan Tuhan selain Apa yang disembah oleh nabi Musa. Baru saja mereka diselamatkan dari bangsa Mesir dan menyeberang lautan, mereka mulai bertingkah banyak menuntut kepada Musa, bahkan ketika Musa tidak bersama mereka 40 hari karena sedang berada diatas bukti Sinai, mereka membuat patung sapi dari emas lalu menyembahnya, sehingga Musa sampai marah dan membanting loh-loh batu berisi hukum-hukum Taurat yang didapatnya dari Tuhan. Kerepotan Musa terhadap kelakuan kaumnya ini tercatat pada Kejadian 15 s/d 20 dan Kejadian 32. Sampai akhirnya Tuhan dan Musa sendiri menyatakan prediksiâ tentang masa depan bangsa ini Ini kata Tuhan pada Ulangan 3116-18 TUHAN berfirman kepada Musa âKetahuilah, engkau akan mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu dan bangsa ini akan bangkit dan berzinah dengan mengikuti allah asing yang ada di negeri, ke mana mereka akan masuk; mereka akan meninggalkan Aku dan mengingkari perjanjian-Ku yang Kuikat dengan mereka. Pada waktu itu murka-Ku akan bernyala-nyala terhadap mereka, Aku akan meninggalkan mereka dan menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, sehingga mereka termakan habis dan banyak kali ditimpa malapetaka serta kesusahan. Maka pada waktu itu mereka akan berkata Bukankah malapetaka itu menimpa kita, oleh sebab Allah kita tidak ada di tengah-tengah kita? Tetapi Aku akan menyembunyikan wajah-Ku sama sekali pada waktu itu, karena segala kejahatan yang telah dilakukan mereka yakni mereka telah berpaling kepada allah lain. Ini kata Musa seperti yang tercatat pada Ulangan 3124-29 Ketika Musa selesai menuliskan perkataan hukum Taurat itu dalam sebuah kitab sampai perkataan yang penghabisan, maka Musa memerintahkan kepada orang-orang Lewi pengangkut tabut perjanjian TUHAN, demikian âAmbillah kitab Taurat ini dan letakkanlah di samping tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, supaya menjadi saksi di situ terhadap engkau. Sebab aku mengenal kedegilan dan tegar tengkukmu. Sedangkan sekarang, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menunjukkan kedegilanmu terhadap TUHAN, terlebih lagi nanti sesudah aku mati. Suruhlah berkumpul kepadaku segala tua-tua sukumu dan para pengatur pasukanmu, maka aku akan mengatakan hal yang berikut kepada mereka dan memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap mereka. Sebab aku tahu, bahwa sesudah aku mati, kamu akan berlaku sangat busuk dan akan menyimpang dari jalan yang telah kuperintahkan kepadamu. Sebab itu di kemudian hari malapetaka akan menimpa kamu, apabila kamu berbuat yang jahat di mata TUHAN, dan menimbulkan sakit hati-Nya dengan perbuatan tanganmu.â Bahkan sampai dijaman Yesus Kristus, alkitab mencatat kelakuan bangsa Israel ini melalui kecaman Yesus terhadap mereka, seperti yang ada dalam Matius 2313-36 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karenâŚa kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh, dan berkata Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu! Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka? Sebab itu, lihatlah, Aku coba diganti dengan Allah mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota, supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah. Aku berkata kepadamu Sesungguhnya semuanya ini akan ditanggung angkatan ini!â Informasi ini menunjukkan bahwa keingkaran bangsa Israel terhadap nabi-nabi mereka terjadi terus-menerus mulai dari jaman Musa sampai ke jaman Yesus Kristus. Indikasi alkitab tentang kelakuan bangsa Israel ini dikonfirmasi oleh Al-Qurâan [7138] Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata âHai Musa. buatlah untuk kami sebuah tuhan berhala sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan berhalaâ. Musa menjawab âSesungguh-nya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui sifat-sifat Tuhanâ. [7139] Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang selalu mereka kerjakan. Informasi dari alkitab dan Al-Qurâan ini membuka peluang bahwa masuknya Tuhan selain apa yang diajarkan kepada bangsa ini merupakan suatu keniscayaan, bahwa suatu waktu ketika Musa telah meninggal, maka bangsa Israel akan menyembah Tuhan yang lain. Lalu bagaimana cara menjelaskan mengapa nama Yahweh ini bisa masuk kedalam Perjanjian lama..?? Terdapat penelitian para ahli alkitab yang menyatakan bahwa 5 kitab pertama dari Perjanjian Lama yang disebut sebagai Taurat/Pentateuch yang semula diklaim ditulis oleh Musa, merupakan hasil tulisan banyak orang yang dilakukan setelah Musa, sekalipun sebagian isinya memang merupakan ajarannya. Kitab yang berisi informasi tentang pertemuan Musa dengan Tuhan yang memunculkan nama Yahweh bukan tidak mungkin berasal dari orang-orang Israel setelah kematian Musa yang diprediksi sendiri oleh Musa akan melakukan penyimpangan terhadap apa yang sudah diajarkannya. Secara umum Documentary Hypothesis adalah teori yang mengatakan bahwa 5 kitab pertama dalam Alkitab Pentateukh tidak ditulis oleh seorang penulis, melainkan dikumpulkan dan diedit dari karya-karya lainnya oleh beberapa orang penulis. Sebagaimana halnya sebuah catatan sejarah, isi dan arah informasi yang terdapat didalamnya selalu terkait dengan kepentingan siapa yang menulisnya. Ketika bangsa Israel memasukkan nama Yahweh kedalam Taurat mereka, maka mereka memperkirakan akan munculnya pertanyaan dari orang-orang âMengapa nama tersebut tidak pernah disebut oleh nenek-moyang kita sebelumnya..??â, terlihat kesan bahwa ayat yang berbunyi tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diriâ sengaja dicantumkan untuk mengantisipasi pertanyaan ini. Namun penulis yang lain kemungkinan ingin memuat bahwa nama ini sudah dikenal dan disebut oleh nenek-moyang mereka karena nama Tuhan yang tidak dikenal sebelumnya dan tiba-tiba muncul pada jaman Musa terlihat tidak begitu meyakinkan, lalu sipenulis tersebut memunculkan penyebutan nama tersebut pada Kejadian 27 dan 426. Kelakuan bangsa Israel ini terhadap kitab mereka makin memperjelas bahwa apa yang mereka buat merupakan suatu kitab sejarah yang tambal-sulam. Berdasarkan urut-urutan penjelasan diatas mulai penjelasan alkitab dan Al-Qurâan tentang peristiwa pertemuan Musa dengan Tuhan, pengungkapan beberapa hipotesa terhadap kapan pertamakali munculnya nama Yahweh, temuan dan analisa prasasti Amenhotep III, informasi kedegilan bangsa Israel, pendapat ilmiah tentang sipenulis Taurat/Pentateuch, maka kita bisa menarik suatu benang merah akan kemungkinan nama Yahweh tersebut merupakan nama yang dimunculkan belakangan oleh bangsa Israel, diadopsi dari suatu nama berhala yang disembah oleh sebuah kaum nomaden di wilayah Palestina.. Sumber Dishare Oleh Ujewongkito
- Apa itu Yahudi? Apa Hubungan Yahudi dengan Israel? Nama Yahudi Ada Agama dan Suku. Berikut Asal-usul Yahudi. Yahudi merupakan istilah yang merujuk kepada sebuah agama, etnisitas, atau suku bangsa. Sebagai agama, Yahudi merujuk kepada umat yang beragama Yahudi. Berdasarkan etnisitas, Yahudi merujuk kepada suku bangsa yang berasal dari keturunan Eber, anak Ishak anak Abraham Ibrahim dan Sara, atau keturunan Suku Yehuda, berasal dari Yehuda anak Yakub. Etnis Yahudi juga termasuk Yahudi yang tidak beragama Yahudi namun beridentitas Yahudi dari segi tradisi. Agama Yahudi merupakan kombinasi antara agama dan suku bangsa. Foto Bendera Israel berkibar di dekat Masjid Kubah Batu Al Aqsa pada 5 Desember 2017. AFP/Thomas Coex Kepercayaan semata-mata dalam agama Yahudi tidak menjadikan seseorang tersebut menjadi Yahudi. Kemudian, dengan tidak memegang kepada prinsip-prinsip agama Yahudi tidak menjadikan seorang Yahudi kehilangan status Yahudinya. Namun, definisi Yahudi undang-undang kerajaan Israel tidak termasuk Yahudi yang memeluk agama yang lain. 1
nama yahweh yang mulai terungkap